Cyber Shaper, (Blog Headquarters Tricks ) Portal Informasi Online Dunia Maya By Albert K A

Cyber Shaper, (Blog Headquarters Tricks ) Blog Albert K A # Portal Informasi Online Dunia Maya By Albert K A. Markasnya Berbagai Trik, Ada Trik Komputer, Trik Facebook, Trik Internet, Trik Blog, Trik Twitter, Trik Software, Trik Download Dan Trik Lainnya

animasi  bergerak gif

Notification Admin Sangat Minta Maaf Jika Ada Artikel Yang Admin Lupa Di Beri Link Sumbernya. Karena Admin Hanya Orang Biasa, Admin Bisa Lupa Memberi Link Sumber.
Showing posts with label Doomsday. Show all posts
Showing posts with label Doomsday. Show all posts
Kiamat 21 Desember 2012 Tak Terbukti

Kiamat 21 Desember 2012 Tak Terbukti

Menurut kalender suku Maya, Jumat, 21/12/2012 merupakan tanggal berakhirnya siklus kalender, yang menandakan pergantian dari baktuns ke 13, menuju baktuns ke 14. Rumor seputar kiamat yang terjadi di 2012 pun, akhirnya bisa disaksikan bersama pada hari Jumat kemarin, yakni tak ada satupun tanda-tandayang "membahayakan".
Dilansir Nbcnews , Sabtu (22/12/2012), sejauh ini, tidak ada badai Matahari yang"menggoreng" Bumi, tak ada gunung-gunung yang jatuh ke laut. Matahari terbit di monumen Maya kuno di Meksiko, di mana ribuan orang di sana berkumpul untuk menyongsong era baru.
Lalu apa yang terjadi kemudian? John Henderson, antropolog di Cornell University mengatakan dirinya tidak berpikir bahwa akan ada ancaman yang menghabisi nyawamanusia di Bumi. "Saya tidak berpikir akan ada kawanan jaguar atau macan yang turun dari langit," celoteh John.
Arkeolog dan astronom telah sepenuhnya menolak segala sesuatu tentang mitos kiamat 2012. Bahkan, suku Maya sendiri tidak pernah berharap dunia berakhir ketika kalender Hitungan Panjang bergulir lebih dari siklus 144.000 hari di 2012.
Medan magnetik Bumi tidak akan rusak. Tidak ada ancaman benda luar angkasa atau planet asing yang akan menabrak Bumi.
NBCnews melaporkan, tidak semuanya tentang 21/12/2012 adalah malapetaka dan kesuraman. Pada hari ini, turis dan para wisatawan berbondong-bondong menuju reruntuhan Maya Chichen Itza.
Mereka menyambut fajar di hari Jumat dan memulai zaman baru dengan ritual lama dan baru. "Ada ledakan kesadaran melalui ini. Kami menjadi milyarder energi. Membuka untuk menerima lebih banyak cahaya dan banyak kebahagiaan," ungkap musisi asal California bernama Shambala Songstar.
Minu Nair, seorang turis berusia 27 tahun dari India, bercanda tentang hubungan kiamat setelah mendaki ke puncak piramidaMaya di Coba, yang membutuhkan satu jam perjalanan dari Chichen Itza. "Setidaknya kami bisa mengatakan bahwa kami melihat akhir dari dunia," tuturnya sembari tertawa.
Namun, tidak semua menunjukkan keceriaan atau kegembiraan. "Kami harus berhati-hati terhadap psikosis (kelainan jiwa) massa," ujar peramal Meksiko yang terkenal, Antonio Vazquez Alba. Menurut Associated Press, Vazquez memperingatkanpara pengikutnya untuk menjauh dari pertemuan massa pada Jumat.
Ini perlu diperhatikan untuk menghindari kekhawatiran tentang penyerbuan atau bahkan bunuh diri massal seperti yang pernah mereka lihat sebelumnya.
Titik Balik Matahari Tak Terkait Isu Kiamat 2012

Titik Balik Matahari Tak Terkait Isu Kiamat 2012

Tepat 21 Desember 2012, matahari mencapai titik di mana cahayanya akan bersinar lebih jauh hingga selatan khatulistiwa. Fenomena ini juga menampilkan posisi matahari di atas Tropicof Capricorn, sehingga menandai momen titik balik matahari musim dingin ( winter solstice ).
Dilansir Space , Jumat (21/12/2012), sejak 20 Juni, ketinggian matahari di siang hari telah merendah. Ini dikarenakan sinar matahari secara bertahap bermigrasi ke selatan. Ketinggian matahari di atas cakrawala di siang hari adalah 47 derajat lebih rendah ketimbang enam bulan lalu.
Para pengamat langit di masa lalu belum memahami mengenai migrasi matahari ini. Mereka mengira ini merupakan mesin angkasa yang mungkin dapat "pecah" suatu hari nanti.
Banyak yang mengira matahari ini akan terus menuju ke selatan dan tidak pernah kembali. Dengan demikian, fenomena tersebut pada akhirnya membuat sebagian orang "ketakutan" dan dikait-kaitkan pula dengan kiamat 2012.
Winter Solstice juga menandakan matahari tampil di siang hari di ketinggian terendah, di atas cakrawala. Di belahan Bumi selatan, ini dinamakan southern solstice (titik balik matahari bagian selatan), di mana matahari berada pada titik paling selatan di langit.
Winter Solstice biasanya terjadi di 21-22 Desember setiap tahun. Sementara summer solstice (titik balik matahari musim panas), matahari berhenti bergerak ke utara dan mulai menuju selatan.
Fenomena ini juga menunjukkan bahwa wilayah Bumi bagian selatan akan mengalami siang yang lebih panjang. Sebab, matahari akan terbenam lebih lambat. Sedangkan di belahan Bumi utara, wilayah tersebut akan mengalami siang terpendek dan malam terpanjang.
Sebagian besar kebudayaan memiliki selebrasi winter solstice . Misalnya di Persia, titik balik matahari ini menandai kelahiran Mithra, Raja Matahari. Sementara di 25 Desember, merupakan tanggal festival Romawi mewah, yang dinamakan Saturnalia.
Saturnalia dirayakan di sekitar waktu musim dingin. Selain itu, pada 275 Masehi, Kaisar Romawi Aurelian memperingati hari raya yang bertepatan dengan winter solstice, Die Natalis Invicti Solis.
Prediksi Kiamat 2012 adalah Sebuah Kesalahan

Prediksi Kiamat 2012 adalah Sebuah Kesalahan

Dunia tidak berakhir pada 21/12/2012. Prediksi kiamat yang diklaim berdasarkan kalender suku Maya ternyata hanyalah sebuah kesalahpahaman.
"Sejak awal, seluruhnya adalah sebuah kesalahpahaman. Kalender Maya tidak berakhir pada 21/12/2012 dan tidak ada ramalan suku Maya yang memprediksi datangnya kiamat pada tanggal tersebut," terang Director of the Center for Archaeoastronomy, John Carlson.
Dilansir dari NASA , Sabtu (22/12/2012), Carlson adalah seorang ahli astronomi keras kepala yang mulai tertarik fenomena 2012 sejak mempelajari suku Maya pada tahun 70-an.
Hal paling menarik baginya adalah pemikiran suku Maya mengenai waktu."Skala waktu yang digunakan suku Maya lebih besar ketimbang yang digunakan olehastronom modern saat ini," ujarnya.
Dia menjelaskan, menurut ilmu pengetahuan, Big Bang terjadi pada 13,7 miliar tahun yang lalu. Namun di reruntuhan suku Maya, terdapat referensi waktu dan tanggal yang merentang melebihi miliaran tahun lalu.
Kalender hitungan panjang milik suku Maya dirancang untuk membuat orang tetap memahami jalur interval waktu yang panjang itu. "Ini adalah sistem kalender paling rumit yang pernah dikembangkan oleh manusia," imbuh Carlson.
Prediksi Kiamat Gagal: Tak Ada Bunuh Diri Massal

Prediksi Kiamat Gagal: Tak Ada Bunuh Diri Massal

Kabar menyeruak seputar munculnya kiamat 2012 yang dikaitkan dengan berakhirnya siklus kalender suku Maya di 21/12/2012. Rumor menyebut bahwa matahari tidak akan bersinar lagi, planet akan bergerak tidak beraturan dan asteroid akan menghantam Bumi. Namun, rumor tersebut akhirnya terjawabkan dan tidak ada bunuh diri massal seperti yang dikhawatirkan oleh otoritas nasional.
Dilansir Ibtimes , Senin (24/12/2012), isu yang menjalar hingga seluruh dunia ini membuat para pemimpin di beberapa negara untuk mengambil langkah-langkah pencegahan bunur diri massal yang ditakuti. Di Prancis, walikota menutup semua situs gunung Bugarach sebelum 21 Desember 2012.
Ini dilakukan pemerintah Prancis untuk memastikan tidak akan ada aksi bunuh diri massal di gunung tersebut. Tindakan serupa juga diambil oleh otoritas Argentina untuk mengantisipasi bunuh diri massal yang mungkin terjadi di sebuah gunung populer dengan para pengamat unidentified flying object (UFO).
Meskipun sejarah telah mencatat bahwa ada beberapa kejadian bunuh diri massal yang dilakukan oleh sekte atau aliran tertentu, tidak semua penyebab aksi"konyol" tersebut diakibatkan karena prediksi kiamat 2012 yang gagal. Kabarnya, beberapa dilakukan sebagai tanda protes atau untuk menghindari kehinaan.
Berdasarkan catatan tentang bunuh diri massal, aksi ini pernah terjadi di abad ke-14di kerajaan Rajput selama masa Mughal. Sebagian besar para pelakunya merupakan wanita yang dilakukan agar mereka terhindar dari penangkapan dan penganiayaan di tangan penjajah atau musuh.
Di Vietnam, Thich Quang Duc mengorbankan dirinya di 1963 di Saigon (sekarang Kota Ho Chi Minh) sebagai bentukprotes terkait penganiayaan Buddha oleh pemerintah Vietnam Selatan. Biksu Buddha lainnya mengikuti Thich Quang Duc atas kepercayaan bahwa aksi bakar diri akan menyebarkan cahaya dari Dharma dan membuka mata orang-orang di sekitar mereka.
Tetap Gagal, Prediksi Kiamat Berlangsung Puluhan Tahun

Tetap Gagal, Prediksi Kiamat Berlangsung Puluhan Tahun

Kiamat yang disebut-sebut muncul di 21/12/2012, ternyata hanya kabar angin belaka. Ramalan kiamat ini puntelah berlangsung sejak beberapa puluh tahun lalu, namun hasilnya tetap sama dan tak terbukti.
Dilansir Ibtimes , Senin (24/12/2012), dunia telah bersiap, namun prediksi suku Maya bahwa dunia akan berakhir di 21 Desember2012, tak juga muncul. Dengan rumor yang menjalar ke seantero dunia, tanggal 21/12/2012 telah "terdaftar" sebagai prediksi akhir dunia yang gagal.
Ramalan kiamat bukanlah hal baru dalam peradaban manusia. Telah ada beberapa prediksi gagal lainnya di beberapa dekade lalu. Namun, tampaknya orang masih"gemar" terkecoh dan menjadi percaya dalam skenario hari kiamat.
Sebagian mereka yang tidak percaya rumor kiamat 2012, masih menjalani kehidupan mereka sebagaimana biasanya atau berpesta sepanjang malam. Sebagian lainnya juga memantau situasi dengan mengakses siaran berita dan membaca koran untuk mendapatkan update terbaru.
Sementara itu, suku Maya merayakan akhir siklus 5.125 tahun mereka dan memulai kelanjutan dari baktun ke-13. Sekira 3 ribu orang menyaksikan pendeta suku Maya melakukan upacara di dekat piramida utama reruntuhan Maya di Chichen Itza, Meksiko.
Aktor dalam kostum Maya menampilkan tarian rumit di tengah musik lokal mereka. Kalangan kritikus menganggap ini sebagai acara yang menguntungkan wisatawan dan media.
"Bagi kami, ini bukan pertunjukkan dan bukan tentang pariwisata. Namun, ini adalah sesuatu yang spiritual dan pribadi," ujar Sebastian Mejia dari Conference of Maya Ministers.
Ilmuwan Ungkap Misteri Peradaban Suku Maya

Ilmuwan Ungkap Misteri Peradaban Suku Maya

Penelitian mengenai peradaban suku Maya yang pernah berjaya ratusan tahun lalu, mengungkap temuan bahwa apa yang membuat peradaban Mayamundur ialah adanya perubahan iklim. Sehingga, dampak perubahan iklim menyebabkan kekeringan berkepanjangan.
Dilansir Scientificamerican , Senin (24/12/2012), kiamat suku Maya yang menyebutkan 21/12/2012 merupakan akhir dunia, telah terbukti tidak benar. Menurut kalender suku Maya, tanggal tersebut menunjukkan transisi baktun berikutnya, yakni nomor baktun 14.
Apa yang bisa diambil pelajaran dari studi peradaban suku Maya kuno ialah, adanya adaptasi yang dilakukan suku Maya di masa-masa kritisnya. Peradaban rumit sukuMaya memiliki kota terkuat yang kemudian runtuh.
Hutan belantara di dataran Meksiko kemudian membungkus kembali pusat dan sisa peninggalan benda bersejarah suku Maya. Orang-orang suku Maya pun bertahan, mereka menjadi penduduk etnis di bagian Meksiko, Guatemala dan Belize.
Para penjajah dari Eropa tidak mengakhiri era berjayanya negara-kota suku Maya. Meskipun pada akhirnya, keturunan orang-orang Eropa yang kemudian datang dengan isu kiamat omong-kosong.
Penelitian menunjukkan, apa yang menyebabkan keruntuhan suku Maya adalah sesuatu yang lebih berbahaya, yakni perubahan iklim. Pergeseran pola cuaca membawa sedikit hujan dan peradaban Maya mampu mengatasi periode kering yang berkepanjangan.
Mengingat peradaban manusia modern saat ini juga kompleks ketika menghadapi perubahan iklim. Maka, apa yang telah dialami suku Maya bisa memberikan pelajaran untuk melihat sekilas masa depanperadaban modern.
Saat ini, banyak dari peninggalan suku Mayakuno yang tertampil dalam bentuk reruntuhan bangunan bersejarah mereka. Peneliti mengungkap bahwa manusia modern bisa belajar dari suku Maya, dan menghadapi perubahan iklim dengan lebih baik lagi.
Hah, Kiamat Diundur Lima Tahun ke Depan?

Hah, Kiamat Diundur Lima Tahun ke Depan?


Hah, Kiamat Diundur Lima Tahun ke Depan?


detail berita
Seorang pria terlibat dalam upacara perayaan berakhirnya siklus kalender Maya (Foto: Emirates247)
WASHINGTON - Tanggal yang paling dinantikan, 21 Desember 2012, dikatakan sebagai akhir dari dunia yang dikait-kaitkan juga dengan berakhirnya siklus kalender suku Maya berlalu dengan tak ada bukti "kehancuran" apapun di tanggal tersebut. Kini, rumor kembali menyeruak mengenai "penundaan" peristiwa apokaliptik tersebut, yang menyebut kiamat akan terjadi di 2017.

Dilansir Emirates247, Senin (24/12/2012), 21 Desember 2012 lewat tanpa hambatan. Rumor menyebutkan adanya "penjadwalan ulang" yang menyebut 24 Desember 2012 sebagai peristiwa kehancuran dunia. Tak jua menunjukkan tanda-tanda nyata dari bencana, kalangan pemercaya memiliki tanggal prediksi baru yang menetapkan momen apokaliptik di 1 Januari 2017.

Website Emirates247 melaporkan, orang-orang ini tidak pernah lelah untuk membuat prediksi penipuan. Selain itu, sumber juga mengatakan bahwa mereka ingin bahwa seluruh masyarakat dunia percaya omong kosong ini.

Padahal, badan antariksa Amerika Serikat NASA telah membabat 11 mitos tentang kiamat. Mereka juga mengatakan bahwa Bumi akan baik-baik saja, tidak hanya untuk beberapa tahun, tetapi miliaran tahun ke depan.

Beberapa waktu lalu, arkeolog Carmen Rojas dari National Institute of Anthropology & History Meksiko mengungkap bahwa kiamat "dijadwal ulang" pada hari ini (24/12/2012). Namun, tanggal tersebut telah terlewati dan giliran oknum yang menyebut mereka Sword of God, mengklaim kiamat ditunda hingga 1 Januari 2017.

Rojas menjelaskan teorinya terkait adanya perbedaan dua hari dari kalender suku Maya, yang tidak sesuai dengan kalender Gregorian modern atau kalender Barat. Sementara Sword of God mengungkap tanggal baru tanpa penjelasan apapun.

Klaim tidak hanya berhenti disitu, website Emirates247 juga menuliskan bahwa terdapat rumor yang menyebut 2023 merupakan tahun berakhirnya dunia. Isu apapun yang menyebut prediksi dunia akan berakhir di tanggal tertentu, akan sama seperti sebelum-sebelumnya, yakni hanya berisi kepalsuan dan kebohongan.
sumber